Mengemudi Mobil Saat Banjir Ini Dia Trik Dan Caranya

Mengemudi Mobil Saat BanjirTips Mengemudi Mobil Saat Banjir.

Pada akhir akhir ini tepatnya di bulan november dan desember Intensitas hujan memang tinggi. Dan ada tips mengemudi saat banjir dalam mengendarai mobil anda.

Aksi menerobos genangan air memang bisa dibilang nekat. Karena meski ada kemungkinan selamat, probabilitas untuk terjadi kerusakan serius juga sama besarnya. Nah, kami akan memandu yaitu Rahasia Mengemudi Mobil Saat Banjir dan trik meminimalkan risiko kerusakan mobil anda.

Perhatikan Atau Identifikasi Ketinggian Genangan Air Hujan.

Rahasia Mengemudi Mobil Saat Banjir. Anda perlu mengetahui seberapa dalam banjirnya. Mungkin bagian ini cukup sulit dilakukan, tetapi penting lantaran Anda tak mau terjebak di tengah. Tapi bila Anda sudah hapal dengan jalan yang dilewati, jadi mudah mengetahui kedalaman banjir dan area mana saja perlu dihindari. Kalau tidak, Anda bisa mengambil patokan dari trotoar atau mobil lain untuk memperkirakan ketinggian air. Bisa dilihat dari seberapa dalam ban yang tergenang. Kalau sudah mencapai satu ban, lebih baik putar balik. Apalagi mobil Anda jenis sedan atau city car.

Semakin tinggi genangan air, artinya semakin besar pula risiko merusak. Intinya, banjir yang hendak dilalui tidak mendekati atau bahkan lebih tinggi dari lubang masuk udara kendaraan Anda. Bersabarlah dahulu dan perhatikan mobil lain yang menerjang banjir, lebih baik lagi kalau ada mobil serupa sehingga bisa dijadikan referensi.

Mengetahui Spesifikasi Mobil.

Caranya dengan melihat data ground clearance dan kemampuan melewati genangan air. Mobil dengan ground clearance rendah seperti sedan dan city car biasanya lebih berisiko jika dipaksakan menerabas banjir. Berbeda dengan mobil SUV, contohnya Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner yang punya ground clearance tinggi, serta spesifikasi melewati genangan air mencapai 70 cm. Kemampuan melahap banjir juga ditunjang letak ketinggian saluran udara ke mesin. Rahasia Mengemudi Mobil Melewati Banjir Ya, Anda perlu mengetahui di mana letaknya dan seberapa tingginya. Agar dapat menghindari air masuk ke mesin yang terhisap oleh intake. Lebih aman bagi mobil yang punya letak intake tinggi, biasanya ada di SUV.

Bila air sampai masuk ke dalam mesin, mobil bakal mengalami water hammer. Kondisi ini berbahaya, biasanya ditandai mobil mogok. Jika sudah terlanjur mengalaminya, jangan mencoba menyalakan mesin. Karena dikhawatirkan semakin merusak komponen di dalamnya.

Jaga Jarak Aman Mobil Anda.

Karena kecepatan konstan sangat penting, pastikan mobil di depan memiliki jarak cukup jauh. Bila masih dekat, tunggu saja sebelum Anda melaju. Rahasia Mengemudi Mobil Melewati Banjir Jalankan mobil Anda setelah cukup yakin mobil di depan tak akan menghalangi laju mobil Anda.

Berkendara Perlahan.

Rahasia Mengemudi Mobil Saat Banjir. Pastikan kecepatan saat membelah banjir tidak tinggi. Gunakan gigi rendah agar mobil berjalan lancar. Jangan terburu-buru menambah kecepatan karena air berisiko naik ke atas kap mesin. Hindari menahan setengah kopling atau mengocok pedal gas dalam genangan, karena dapat menciptakan gelombang air. Seringkali tindakan ini dinilai mampu menyelamatkan mesin dari kemasukan air lewat saluran knalpot, padahal ini salah.

Putaran Mesin Diusahakan Rendah.

Jangan percaya mitos yang bilang saat menerjang banjir putaran mesin harus tinggi supaya mesin tak mudah mati atau untuk melawan air yang masuk lewat knalpot. Aksi ini justru memperbesar daya isap udara dari mesin dan makin memungkinkan air masuk ke dalam mesin. Akibatnya terjadi water hammer dan mesin pun berantakan.

Jangan Setengah Kopling.

Sebisa mungkin lepaskan injakan kopling ketika melewati banjir. Biarkan plat kopling saling menempel erat dan melajukan mobil secara konstan. Terlalu sering menggunakan setengah kopling hanya memperbesar kemungkinan kopling terbakar dan menaikkan putaran mesin. Kedua hal itu akan sangat merugikan di tengah banjir.

Mencoba Mengikuti Gelombang Air.

Saat melintasi banjir, bagian depan mobil menabrak air dan menciptakan gelombang. Gelombang ini akan bergerak maju searah serta dengan kecepatan tertentu dan meninggalkan celah air lebih dangkal di belakangnya. Anda tak perlu mendahului rambatan gelombang itu, justru sangat baik untuk mengikutinya dari belakang. Jaga momentum mobil supaya kecepatan mobil dengan gelombang sama. Dengan begitu Anda seakan melintasi banjir yang lebih dangkal.

Periksa Saat Pengeremanm Dan Keringkan
Rem.

Setelah berhasil melewati banjir, Anda tetap harus waspada. Periksa pengereman dengan melakukan trik sederhana. Jalankan kendaraan dalam kecepatan rendah, sekitar 5 km/jam. Lalu injak pedal rem berkali-kali guna mengetahui kinerjanya. Mengapa ini perlu dilakukan? Seringkali rem yang basah mengalami penurunan kinerja atau bahkan malfungsi. Dibutuhkan waktu agar dapat berfungsi normal. Anda tentunya tak mau mengalami rem blong saat mengemudi bukan.

Setelah melewati banjir, piringan rem akan basah dan tahanannya berkurang. Hal ini secara serius berdampak pada penurunan daya pengereman. Hindari langsung menambah kecepatan usai melewati genangan air. Keringkan rem dengan cara menginjak pedal rem sedikit diiringi pedal gas bersamaan. Lakukan ini sekitar 20 detik, lantas cek daya pengereman dengan mengerem normal. Bila belum, injak pedal bersamaan 20 detik lagi. Ulangi terus langkah ini sampai pengereman kembali normal.

Cek Fluida.

Banjir yang menyentuh bagian bawah mesin dan girboks bisa membuat air merasuk ke dalam dan bercampur dengan pelumas. Begitu keadaan memungkinkan, segera cek oli mesin, transmisi dan minyak rem. Anda bisa lakukan sendiri atau minta bantuan bengkel. Bila warna oli berubah menjadi muda atau keruh seperti susu, berarti sudah terkontaminasi air. Segera ganti fluida yang terkontaminasi itu.

Periksa Ke Bengkel Resmi.

Mengemudi Mobil Saat Banjir. Jangan menunda pemeriksaan mobil ke bengkel resmi. Setelah melewati banjir, kondisi mobil bisa mengalami perubahan. Makanya dibutuhkan pemeriksaan menyeluruh di bengkel resmi, termasuk mengantisipasi adanya kerusakan lebih jauh. Secepatnya mobil dicek ke bengkel. Karena tidak menutup kemungkinan ada air yang masuk. Mungkin airnya tidak langsung ke ruang pembakaran, tapi tersangkut di filter udara. Ibarat kita napas lewat kapas yang dibasahi, susah kan? Sama dengan mobil, dia jadi susah menyedot udara. Jadinya performa turun, konsumsi jadi ikutan boros.

sumber Rahasia Mengemudi Mobil Melewati Banjir

otodotcom

asuransiastra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUBUNGI KAMI